TERTAHANNYA MATAHARI BAGI NABIYULLAH YUSYA’

NASH HADIS

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih masing-masing dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda,  “Salah seorang Nabi beserta kaumnya berperang. Dia mendekati sebuah desa pada waktu shalat Ashar atau dekat waktu  Ashar. Maka dia berkata kepada matahari,

“Sesungguhnya kamu diperintahkan dan akupun diperintahkan. Ya Allah, tahanlah matahari untuk kami. ” Matahari tertahan dan mereka meraih kemenangan.

TAKHRIJ HADIS

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Fardhul Khumus, bab sabda  Nabi, “Dihalalkan  harta  rampasan perang  untuk  kalian.” (6/220,  no.  3124). Diriwayatkan oleh Bukhari   secara   ringkas   dalam   Kitab  Nikah, bab orang yang hendak berumah tangga sebelum perang, 9/223, no. 5157.

PENJELASAN HADIS

Rasulullah   menyampaikan  kepada   kita   bahwa   salah seorang   Nabiyullah  berperang  untuk membuka  sebuah desa. Nabi ini adalah Yusya’  bin Nun, salah seorang Nabi Bani  Israil. Dia ini  telah menyertai Musa dalam hidupnya. Dia menemani  Musa dalam  perjalanannya kepada Khidhir sebagaimana telah dijelaskan dalam kisah Musa dan Khidhir. Allah memberinya wahyu setelah Musa wafat dan Musa mengangkatnya sebagai penerusnya di Bani  Israil.  Dialah pemimpin yang berkat jasanya tanah suci bisa direbut kembali.

Dengan pasukannya Yusya’  berangkat ke kota yang hendak  ditaklukkannya. Dia mendekati  kota   itu   pada waktu Ashar  di  hari  yang  sama.  Ini berarti  kesempatan untuk membuka kota  itu tidaklah banyak, karena berperang  di malam  hari  tidaklah  mudah  dan bisa jadi hari itu   adalah   hari  Jum’at.   Dia   harus   menghentikan perang   begitu matahari terbenam, karena itu  berarti tiba  pada  hari Sabtu telah tiba  dan perang di hari Sabtu hukumnya haram bagi Bani Israil. Maka dia harus mundur dari  kota  itu sebelum  merebutnya, dan  ini berarti memberi peluang  kepada penduduk  kota  untuk memperkuat pasukannya, memperbaiki benteng- bentengnya  dan menambah kekuatan senjatanya. Yusya’ menghadap  matahari   dan  berkata   kepadanya, “Kamu diperintahkan, aku juga diperintahkan.”

Kemudian Yusya’ berdoa kepada Allah,”Ya Allah, tahanlah ia untuk kami.” Allahmengabulkan permintaannya dan menunda terbenamnya  matahari hingga  kemenangannya diwujudkan.

Iman  Yusya’  begitu  besar.  Dia  yakin kodrat  Allah di atas segala  sesuatu.   Dia mampu memanjangkan  siang sehingga kemenangan bias diraih  sebelum  terbenamnya matahari. Urusan  seperti  ini  tidak  sulit  bagi  Allah, dan kita mengetahui  pada  hari  ini  bahwa  siang dan  malam terjadi  karena  berputarnya bumi  mengelilingi  dirinya. Dan sepertinya  –  ilmu yang  sebenarnya  berada  di  sisi Allah – perputaran  bumi  berjalan  lambat  dengan  kodrat Allah hingga kemenangan terwujudkan.

Hadis ini mengandung ayat yang nyata dan mukjizat mengagumkan yang menunjukkan kodrat Allah dan dukungan-Nya kepada Rasul-Rasul-Nya,  serta pertolongan-Nya kepada mereka dalam tugas-tugas yang dibebankan atas mereka. Diantaranya adalah menahan matahari dan memanjangkan siang, sehingga para  pasukan bisa meraih  kemenangan.

Sumber :

KISAH-KISAH SHAHIH  Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah, Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor(Guru Besar Universitas Islam Yordania), Penterjemah & Editor : Tim Pustaka ELBA

Advertisements

2 Responses to “TERTAHANNYA MATAHARI BAGI NABIYULLAH YUSYA’”

  1. bimaariotejo Says:

    Nice knoledge, ,

  2. subhanallah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: